Selasa, 17 Juni 2014

Penyebab Kaki Bengkak atau Kaki Gajah

Blog Dokter - Filariasis atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan kaki gajah merupakan jenis penyakit yang kebanyakan diderita oleh monyet, meskipun tidak jarang manusia bisa terkena penyakit yang dibawa oleh cacing ini.

Cacing filaria yang dinilai bisa menyebabkan penyakit kaki bengkak atau kaki gajah ini ditularkan oleh nyamuk melalui gigitan nya. Pada umumnya penyakit kronis ini bisa menetap lama di dalam tubuh manusia dalam jangka waktu 10 tahun bahkan lebih. Agar tetap sehat dan bebas dari penyakit menahun ini, kenalilah lebih mendalam mengenai penyebab kaki bengkak atau kaki gajah.

Penyebab Kaki Bengkak atau Kaki Gajah 

Kaki Bengkak atau Kaki Gajah
Ilustrasi Wanita Mengalami Kaki Gajah
Penyebab awal seseorang menderita penyakit kaki bengkak atau kaki gajah adalah karena gigitan nyamuk, nyamuk yang telah terkontaminasi oleh cacing filaria memilki larva stadium III di dalam tubuhnya . Ada 3 jenis cacing filaria yang terkenal di Indonesia sebagai penyebab kaki bengkak atau kaki gajah, diantaranya ada Wuchereria bancrofti, Brugia malayi serta Brugia timori. Cacing-cacing tersebut akan dibawa oleh beberapa spesies nyamuk yang berbeda, seperti Aedes, Mansonia, nyamuk Anopheles serta nyamuk Culex.

Siklus penularan penyakit kaki bengkak atau kaki gajah bisa melalui dua tahapan, yakni melalui perkembangan di dalam tubuh nyamuk, yang mana ketika nyamuk menghisap darah seseorang yang mengandung mikrofilaria (pasien penyakit kaki gajah pertama). Selanjutnya mikrofilaria tersebut akan masuk ke dalam tubuh nyamuk, hingga menembus dinding lambung, dan pada akhirnya akan mengendap dan bersarang di area sekitar otot dada.

Penyebab kaki bengkak atau kaki gajah melalui gigitan nyamuk, hanya bisa terjadi disaat mikrofilaria sudah berkembang menjadi lebih dewasa. Tahap awal perkembangan mikrofilaria didalam tubuh nyamuk dimulai dari larva stadium I, sekitar 7 hari lamanya larva akan mengalami pergantian kulit, tampak lebih gemuk dan memanjang, maka terbentuklah larva stadium II. Setelah sepuluh hari lebih berlalu, larva akan kembali berganti kulit, terlihat kurus dan semakin panjang, inilah larva stadium III. Larva stadium III memiliki pergerakan tubuh yang lebih aktif dibandingkan oleh larva stadium sebelumnya, oleh karena itu larva stadium III akan mulai berpindah menuju rongga perut, kepala dan pada akhirnya sampai di alat tusuk nyamuk. Mikrofilaria stadium III adalah bentuk yang paling infektif dan dapat menembus kulit manusia dengan lebih mudah melalui gigitan nyamuk. Dimana pun area kulit tubuh yang tergigit nyamuk pembawa larva stadium III, secara langsung mikrofilaria akan menuju kelenjar limfa. Di dalam tubuh manusia, tepatnya di pembuluh limfa, mikrofilaria tersebut akan mengalami pergantian kulit dua kali setelah 9 bulan masa mengendap dan berubah level dari larva stadium III, larva stadium IV menjadi larva stadium V. 

Cacing filaria yang telah tumbuh besar akan berada tepat di pembuluh limfa, yang mana bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh limfa maka tidak menutup kemungkinan akan menyumbat aliran limfa juga. Bagian tubuh yang paling sering diserang oleh penyakit kaki bengkak atau kaki gajah adalah kaki, tangan bahkan alat kelamin manusia.

lihat juga : 6 Cara Alami Mengatasi Gigitan Nyamuk